Senin, 26 November 2007

TIDAK ADA PREMAN DI DUNIA MAYA....

Jomblo itu pahit jendral!!!!



Begitu kata temanku yang hingga saat ini selalu melewatkan malam minggunya sendirian...

Jablay bo...



Mungkin ia marah, mungkin ia kecewa karena patah hati atau apalah, tapi yang jelas dia kesepian

Ia butuh teman untuk berbagi, sekedar kisah dari masa lalu atau mungkin berbagi mimpi untuk masa depan, yang entah akan jadi seperti apa.

Ia pun butuh wadah untuk mencurahkan rasa. Rindu yang menggebu karena lama cinta tak bersua,

Kecemasan tak berujung karena ketidakpastian penantian yang entah kapan akan berakhir.

Mungkin ia sakit, tapi mungkin juga sedang dalam kondisinya yang paling waras.

hanya ia dan Tuhan yang tahu dimana persisnya posisi kesadarannya kini.

Banyak yang bilang ia gila, tak waras, kurang kerjaan dan sekeranjang kamus kata-kata sampah yang menumpuk, bergunung tak habis-habis hingga lambat laun pelan tapi pasti membuatnya kebal.



Tapi sesungguhnya...

Ia memang sedang sakit karena cinta, sobat.



Ya, cinta...

lima huruf yang terdengar indah dan selalu nampak memabukkan bagi penggilanya

tapi sekaligus membawa derita yang tak kunjung berakhir bagi pemujanya

Luka yang beriring dengan gairah dan gejolak tiada akhir

mencari jawab atas segala yang kian tak pasti



Hmmh...

Tapi percayalah pejuang cinta tak pernah sendiri.

Harum aroma mawar selalu mengundang tangan menyentuh kelopaknya yang bergairah.

Tapi terkadang tangan itu harus luka. Darah terkadang harus mengucur untuk sesuatu yang indah, padahal tak ada yang bisa menjamin apakah bunga itu akan selalu indah seperti saat ia memandangnya semula. Bisa jadi itu fatamorgana. atau mungkin juga mimpi



Tapi disitu luka itu berharga sobat

mimpi itu jadi punya nilai

dan cita-cita itu punya arti

karena mimpi itu bukan untuk dirinya

bukan untuk ego semata

tapi untuk semua yang dicintainya; keluarga, kawan, sahabat, tetangga, dan terlebih lagi untuk bumi dimana ari-arinya ditanam sesaat setelah ia lahir

dan mungkin juga kelak bumi itu yang akan memeluknya kembali saat tugas-tugas hidupnya sudah berakhir, mata sudah tertutup dan ia sudah tak mampu berkata-kata lagi

mungkin itu hanya sederhana, terlampau sederhana malah

namun seringkali sesuatu yang sederhana jadi terlalu sulit untuk diraih



Cinta seringkali memang tak rasional

apapun akan dilakukan untuk memperjuangkannya

Apalagi bila cinta yang berbalut gelora rindu ini terpendam dalam diam

Cukup lama untuk siap menggelegak, hingga ada waktunya untuk meledak!



Ya... cintanya pada aroma mahakam

pada desir semilir angin di musim kemarau yang menyisakan matahari senja yang memerah

yang mampu membuatnya selalu bergairah



Kata temanku jangan kau jatuh cinta pada senja, ia terlalu singkat. sakit kau nanti...

Tapi kataku, senja memang indah

apalagi bila ia hadir di tepian mahakam

sembari berkisah tentang masa kecil yang penuh tawa di riaknya yang dalam

menggoda dengan ribuan ikan yang seolah menantang hasrat menyelam

dan bercengkrama dengan arusnya yang tak pernah sepi mengalirkan kehidupan bagi banyak orang di kampungku



Tapi itu dulu sobat...

senja mahakam tak lagi indah, tak lagi bersemu merah

aromanya sudah berganti peluh nafsu serakah untuk menggelembungkan perut yang tak pernah susut. Tak hanya ikan atau udang, pohon, batubara, minyak, sesama pun dimakan.

siapa bilang mahakam masih cantik...

ah, itu hanya sisa-sisa romantisme masa lalu saja, kan...



Setiap tahun banjir tak pernah absen di ibukota propinsi

Orang kampungku sudah tidak lagi takut pada hantu kuyang

sebagaimana orang-orang tua dulu mampu dengan efektif menggunakannya bila kami tak mau pulang saat maghrib sudah berkumandang

Kasihan hantu kuyang...

posisinya sekarang ini sudah diganti oleh hantu yang tak bisa diusur hanya dengan baca yasin dan ayat kursi, ya hantu banjir

Memalukan kan...

Belum lagi listrik yang tak pernah menyala dengan jenak, sehingga lampu jalan pun malu-malu untuk bersinar

terkadang memang menyala setelah dua malam padam

atau genit mengerdip-ngerdipkan mata karena listrik yang arusnya tak kuat menahan beban



Akibatnya jelas, angka kebakaran meningkat tajam beberapa tahun belakangan ini. Korsleting listrik sering dijadikan alasan utama, atau terbakarnya mesin diesel sebagai pembangkit listrik yang saat ini sedang tren, meski biaya yang ditanggung jadi membengkak, tapi angka penjualan mesin diesel pembangkit listrik tidak pernah jua turun. Belum lagi rusaknya peralatan elektronik karena listrik yang tak beres, namun PLN selalu tak pernah malu menagih tagihan rekening rumah tiap bulan.



Ini hanya segelintir persoalan yang nyata sedang terjadi dan menghantui orang-orang yang kita cintai di kampung halaman, masih banyak persoalan lain, pendidikan, kesehatan, SDA dan lain-lain, namun ini tak pernah dilihat oleh para pengambil kebijakan di kampung kita. Mereka buta mata, buta hati melihat penderitaan ini. sementara sibuk bergelut dalam kentalnya aroma politik. apa tidak bau tuh tiap hari bergelut demi kuasa dan uang, sementara rakyat dilirik juga tidak.

Keberpihakan dan itikad baik dalam mengemban amanah rupanya hal yang amat langka kita temukan di kampung kita. Sebaliknya jika kita mencoba untuk sekedar memberi nafas yang berbeda, sekedar menghela agar hantu-hantu dan penyakit diatas bisa dibasmi, bukan senyum yang kita terima tapi sebaliknya. Siap-siap saja diculik preman, dan diancam atau mungkin siapkan asuransi terlebih dahulu, sehingga jika ada luka, kecacatan atau kehilangan nyawa kita punya ahli waris yang bisa mendapat polis.



Jangan biarkan para Pejuang Cinta ini sendirian sobat

jangan biarkan predikat jomblo melekat padanya terus menerus

karena harus selalu berjuang sendirian untuk meraih cintanya yang jauh diseberang

apalagi membiarkannya jadi jablay karena jarang dibelai oleh para sobat yang diyakininya juga punya cinta dan cita yang sama untuk kampung tercinta

tapi kada hakun menulis... malas....???

atau jangan-jangan pada takut yaa....???



Bisa dimengerti kok...

saat ini kampung kita yang disusuri mahakam masih dikuasi para hantu blau

yang membuat kita sulit bercakap dan sekedar berbagi cita untuk masa depan yang lebih baik

mungkin bukan untuk kita, tapi untuk anak cucu kelak yang lahir dan besar di kampung kita tercinta kalimantan timur. Tidak muluk-muluk memang, sederhana saja

tapi para hantu blau ini memang tidak bisa diam

ada saja caranya untuk membungkam



Hantu Blau ini kebal ayat kursi dan surat yasin

pake cara lain dong melawannya...

preman-preman dan politikus-politikus yang tak pernah mau memikirkan rakyatnya, selalu buta tuli terhadap persoalan kampung kita memang harus dilawan!!! bukan dengan lemparan kursi ketika ayat kursi tak mempan saat dibacakan, bukan pula dengan kepalan tangan. Tapi dengan cara yang lebih elegan dan beradab. yang membuat kita tegak dimata bangsa lain bahwa orang-orang kalimantan bukan sekumpulan orang bodoh.



Percayalah akan kekuatan tulisan...

Al-Qur'an masih berbunyi hingga kini dan kekal abadi sepanjang masa salah satunya adalah karena ia dituliskan. Ajaran Ahimsa Gandhi berbuah dari hasil permenungan yang dituliskan dalam perjalanan ketika menjabat sebagai dokter di kawasan kumuh India. Ernest Hemingway diingat juga karena tulisan-tulisannya. Tak terhitung jumlahnya karya-karya tulis yang mampu merubah dunia... Tulisan itu luar biasa sobat. jangan pernah meremehkan kekuatannya. Kata-kata yang tersusun seolah mantra yang mampu membius dan menggerakan banyak perlawanan di dunia ini melawan kekejaman penguasa yang korup. Dan ini terbukti di banyak tempat.



Saat dunia media massa, koran daerah juga tak mempu memberi ruang

jangan lari, raihlah bentuk dunia lain, dunia ruang tak terbatas

yang tak ada satu pun orang mampu menghadangmu di dunia ini



Menulislah disini, tuangkan idemu

pikiran dan cita-citamu tentang kampung kita, kalimantan timur

ungkapkan cintamu pada kampung halaman

yang masih memberimu nafas hingga kini

yang mencintaimu tanpa batas dan tak pernah mengharap balas

sudikah kau membalas cintanya dengan menuangkan cintamu sobat???



banyak preman di Samarinda

tapi tidak satupun preman berkeliaran di dunia maya

dunia yang lebih luas, demokratis, indah dan elegan

untuk sekedar berbagi kisah dan cita-cita

menuangkan cinta dengan cara romantis, elegan dan cerdas



Tidak ada preman di dunia maya sobat

jadi bersuaralah!!!

menangislah dengan kencang!!! seperti petuah iwan fals pada kelahiran anaknya ditengah kenaikan BBM

dan bangkit melawan!!!

jangan takut!!! preman-preman itu tidak mengerti internet

bunguli aja walai...



salam rindu

jomblo-jomblo bahagia :)

Tidak ada komentar: